Ini dia satu kenakalan anak2 komplek, mereka pernah bermain perang2an dengan cara melempar batu. Masing2 anak menempati satu benteng. Benteng mereka = sembunyi di balik daun2 pandan, ada yang sembunyi di balik batu besar, dsb. Mereka melempar batu kerikil ke arah lawan. Dan beberapa menit kemudian.. PRYAK!! *gak enak amat suaranya-___-* Ternyata suara itu suara dari batu nyasar yang kelempar ke jendela kaca rumah orang. Orang yang menempati rumah itu langsung keluar dan memarahi si Alex. Permainan pun berhenti sampai disitu~
Tetapi, dari semua kenakalan itu. Anak2 komplek ini kreatif juga loh!! Kok bisa? Ya bisa dong-__- namanya juga mereka bisa, kalo gak bisa ngapain dibilang bisa? #plak #digampar. Kekreatifan mereka bermula dari ide Nia, yang umurnya jauh lebih tua dari mereka semua. Ide yang dia kemukakan ialah, berjualan stiker! Setiap stiker berbeda2 harganya. Ada yang Rp. 500 hingga Rp 1.000 (yang besar). Mereka berjualan di depan rumah Alex (di teras rumah kosong), yang mereka anggap itu sebagai toko mereka. Mereka memberi nama toko tsb dengan nama "LIFEGUARD." Nama yang cukup aneh sih. Masak nama toko jualan stiiker dikasih nama LIFEGUARD yang berarti penjaga / pengawas / penyelamat di kolam renang? Yasudahlah, biarin sajah~
Mereka mempunyai jadwal piket. Guna jadwal piket untuk menjaga toko + membersihkan debu2 dan kotoran yang ada di teras / toko mereka itu. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, toko itu tinggallah kenangan saja~ #seketikagalau
Hemz, daripada menggalau ria (?) lebih baik kita baca cerita selanjutnya, yaitu : tentang markas tempat pertemuan mereka. Dimana letaknya? Diantara rumah kakak beradik Karisma dan Puput dengan rumah penduduk kampung (bukan termasuk komplek). Jadi, bisa dibilang rumah Karisma dan Puput berada di perbatasan *bukan perbatasan antar negara ea cemanceman :)))* Ya, diantara 2 rumah itu, terdapat sebuah gang yang tidak terpakai. Gak seberapa lebar sih, tapi pokoknya cukup untuk kita ber-8 bermain. Kadang2 anak perempuan main masak2an, anak laki2 nangkap belalang kecil di ujung gang sebelah kiri. Oia, gang itu cuman dipakai lewat sama anjing sesekali JIKA gerbang kecil yang menutupi ujung gang sebelah kanan kebuka, kalo gak kebuka, ya gak bisa lewat dongzz #pikirdong #dihajarmassa
Oia, markas itu diberi nama "Adem Anyem Semriwing" oleh Alex. Mau tau alasannya? Mau gak? Ooo mau tau. Mau tau aza atau matau betz? #yaelah-__- #dilemparinsendal #okestop!! Alasannya adalah, karena di gang tersebut ada pohon nangka yang besarrrr sekali, jadi kalau pohon itu kena angin. Wiiiih!! Anginnya mancab! Esalah, maksudnya mantab!!
Setiap sore, ada tuh tukang bakso yang setiaphari rajinnnn bgt lewat di depan komplek. Setiap tukang baksonya lewat, pasti semua anak2 beli. Satu orang beli, semuanya ngikut beli. Tukang baksonya juga baik, dia sering kasih bonus 1 biji bakso *lumayanlah hehe* MUNGKIN itu karena kita udah sering beli bakso dia. Dan akhirnya jadi dagangan langganan yang setiap sore pasti dibeli SELAIN bapak2 tukang jualan burger keliling. Jika mereka sedang beli bakso, kadang ada yang pakai kuah, dan ada yang cuman pakek bakso aja terus ditaruh di plastik pakek kecap / sambal, dsb. Tetapi, semenjak dua dari 8 orang anak di komplek yang pindah ke Cirebon, yaitu Angga dan Nia, mas2 tukang baksonya jarang datang, dan beberapa minggu kemudia dia hilang ntah kemana gadak kabar, hemzz, mungkin dia kesesat di tengah keramaian kota, dan gak bisa baca arah peta (?)
Sewaktu siang tiba, Alex bingung melihat keadaan komplek yang sunyi tidak seperti biasanya. Tidak ada tanda2 kehidupan. Ternyata oh ternyata, seluruh anak2 komplek pada ngerumunin pintu depan rumah Ryan, sambil membaca 'sesuatu' *bukan Syahrini!* Sangking penasarannya, Alex mendekat dan bertanya "Kenapa? ada apa? kok rame betz?" tanya Alex. "nanti sore pas mama2 kita lagi pengajian, ada lomba memancing di kolam ikan disini. Di rumah Ryan!!! Papa Ryan yang ngadainnya." jawab Nia. "Siapa aja yang ikut?" tanya Alex lagi. "Semuanya ikut, soalnya ada hadiahnya hahah."jawab Ryan. "Apa hadiahnya?" tanya Alex penasaran lagi. "UANGGGG!!!!!!!!!!!!!!" jawab mereka ber-7 serempak.
Dan sore harinya, rumah Ryan sudah penuh dengan anak2 satu komplek, karena tempat lombanya sempit (dibelakang rumah Ryan) jadi terpaksa lombanya harus ganti2an. Tiga orang tiga orang dulu, jika kita dapat satu ikan, kita akan dikasih uang Rp 3.000. Etetapi, jika kita udah dapet ikan, ikannya harus kita lepas lagi ke kolamnya, karena itu ikan peliharaan papanya Ryan -___-
Hemz, ujung2nya yang dapet uang paling banyak si Ryan. Tapi gapapalah, cukup memberi kegembiraan dan kesenangan pada anak2 satu komplek. Dan diakhir lomba, kita semua di foto bareng2. *gatau tuh foto masih ada ato enggak-___-*
TO BE CONTINUED :)
*created by : Rizky Novian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar