Page of Blog

Selasa, 11 Desember 2012

Pendatang Baru

Hi, I'm back! :D
I have a new story for all of you. I'ts short story, guys. :)
Happy reading!
---------------------------------------------------------------------------

Tahun ajaran baru, identik dengan semua serba baru, mulai dari tas, sepatu, peralatan tulis, hingga seragam. Selain itu, tahun ajaran baru identik juga dengan siswa ‘pendatang’ baru. Ntah itu siswa dari sekolah lain dari kota yang sama, atau dari luar kota. Itulah yang terjadi denganku dan teman-temanku.

Pada hari pertama sekolah kelas VIII, jumlah siswa kami berkurang 1 karena salah satu teman kami pindah ke Jawa. Mungkin teman-teman yang ia tinggalkan sedih semua karena tidak dapat lagi bertemu dengannya. Tetapi pada hari ke-2 tahun ajaran baru, jumlah siswa kami bertambah satu karena ada siswa baru.

Rian, itulah namanya yang telah ia perkenalkan sewaktu berdiri di depan kelas. Ia dibimbing masuk kelas oleh wakil kepala sekolah. Katanya sih dia pindahan dari Semarang, dan pindah karena urusan kerja orangtua nya.

Pendiam. Itulah kesan pertamaku ketika melihat dia beberapa hari ini. Mungkin dia pendiam karena malu untuk bersosialisasi dengan yang lainnya, kan dia murid baru, gak mungkin kan murid baru, datang, langsung banyak tingkah. Hehe...

Ternyata dia juga pintar! Itu terbukti dari hari kelima di sekolah, dia sudah maju mewakili kelompok IPS nya untuk mempresentasikan hasil dari tugasnya. Walaupun masih agak keliatan nervous, tapi dia menunjukkan ke semua orang bahwa dia mampu.

Setelah beberapa minggu kita sekolah, sikap pendiamnya tak kunjung hilang. Di dalam kelas, dia hanya mengikuti pelajaran, berbicara seperlunya dengan teman yang disampingnya, dan main hape. Mungkin dia masih segan sama kita. Tapi kalau dia segan, kita lebih segan lagi untuk mengajaknya berbicara.

Tetapi setelah beberapa bulan kita dan belajar bersama dalam satu kelas, dia menunjukkan tanda-tanda persahabatan dengan kita. dia sudah mulai senyum, tertawa, dsb.
Setiap istirahat, teman sejatinya ialah smartphone nya. Ntah buka twitter / facebook, atau sekedar sms, pasti asal istirahat dia membuka hape.
Kita berteman dengan dia lebih dekat  semenjak tempat duduk di dalam kelas dipindah. Dia duduk dengan teman sebangku yang bernama David. David orangnya pintar juga, tapi banyak omong. 

Itulah sebabnya tempat duduk di dalam kelas di rolling. (penyebabnya bukan dia aja sih).
Ntah dari siapa, kakak kelas juga tahu bahwa ada pendatang baru di sekolah kita. Sampai-sampai ada kakak kelas yang bernama Rita, pernah terlihat sedang duduk sambil berbicara dengan si Rian. Kayaknya sih si Rian malu, soalnya kan dia anak baru, dan diliatin semua orang kalau mereka lagi berbicara. Aku, david, ade, dan teman-temanku yang lainnya pernah melihat mereka sedang berbicara di dekat kantin. Ntah apa yang mereka bicarakan, mungkin bicara seputar sekolah, dan masalah pelajaran.

Selain itu, dia menunjukkan bahwa dia memanglah anak yang pada saat itu betul-betul diperhitungkan. Ketika pemilihan pengurus OSIS, nama dia tercantum dalam pengurus OSIS tersebut! Walaupun jabatan teman sekelasku ada yang lebih tinggi dari si Rian dengan ada yang menjadi sekretaris OSIS, dan wakil ketua OSIS, tetapi jabatan yang diraih Rian yaitu Ketua Bidang Keilmuan menunjukkan bahwa mempunyai pengaruh yang besar bagi teman-temannya –termasuk aku- kelasku, dan sekolahku!

Setelah 6 bulan lamanya kita sekolah untuk semester 1, dia menunjukkan kebolehannya lagi. Dia menyabet peringkat ketiga untuk tahun itu setelah ujian semester. Walaupun peringkat dia lebih tinggi dari aku, tapi aku merasa puas dengan peringkatku yang masih berada di dalam 10 besar.
Berteman dengannya menyenangkan, tetapi pada saat anak-anak satu kelas berkumpul, dia hanya diam sambil mendengarkan, atau tidak tertawa, dia jarang berbicara pada saat anak-anak sedang berkumpul di depan kelas. Mungkin dia memang anak yang pemalu dan tertutup, juga mudah naik darah ternyata! Hahaha...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar